Apakah Barang Saya Kena Volume?

Jasa Pengiriman : "Halo, Selamat Sore! dengan Bapak X?"

Pelanggan : "Iya betul."

Jasa Pengiriman : "Kami mau informasikan barang kiriman Bapak kena volume ya, pak. Jadinya biaya yang ditagihkan adalah di 5 kilo."

Pelanggan : "Lhooo?!! Kok bisaaa? saya timbang tadi di rumah ga nyampe 1 kiloo! Yang benar saja!!"


Nah, Apakah anda pernah mengalami kejadian sebagaimana dialog diatas?

Kadang kita bingung kok barang kita yang beratnya cuma 1 kg tapi bisa kena tagih lebih besar (misal menjadi 3 kg atau 4 kg).

Yang perlu diketahui dalam Jasa Pengiriman Internasional memiliki tiga jenis berat. Yaitu Berat Sebenarnya (Actual Weight), Berat Volume (Volume Weight) dan Berat yang ditagihkan (Chargeable Weight).

Nah Apa sih Bedanya?

  1. Berat Sebenarnya (Actual Weight) adalah berat barang / komoditi yang sudah dipacking lalu ditimbang.
  2. Berat Volume (Volume Weight) adalah ukuran barang setelah dipacking. Rumus untuk menghitungnya adalah Panjang (cm) x Lebar (cm) x Tinggi (cm) : 5000 hasilnya adalah .... kg.
  3. Berat Yang Ditagihkan (Chargeable Weight) adalah Biaya yang ditagihkan setelah melalui proses timbang dan ukur barang tersebut. Nah, jadi mana yang ditagihkan? Yang ditagihkan adalah yang terbesar antara berat sebenarnya (actual weight) dan berat volume (volume weight).

Contoh :

Saya mau kirim pensil sebanyak 100 pieces. Beratnya hanya 500 gram. Saya packing dengan karton ukuran 20 cm x 25 cm x 30 cm. Nah berapakah biaya yang ditagihkan? Begini cara melihatnya.

Berat Sebenarnya : 500 gram.

Berat Volume :

Rumus : P x L x T : 5000

20 x 25 x 30 = 15000 : 5000

= 3 Kg

Nah, antara 500 gram dan 3 Kg kan lebih besar 3 Kg. Jadi Berat yang ditagihkan (Chargeable weight) nya adalah 3 Kg. Bukan 500 gram lagi.

Nah, inilah kenapa dari Jasa Pengiriman kadang-kadang bilang "kiriman Bapak/Ibu kena volume ya".

Untuk melihat kiriman anda apakah kena volume atau tidak, kami berikan tools di bawah ini untuk dicoba, semoga bisa membantu.


Kg
Cm
Cm
Cm