Perjalanan Rayspeed Asia, Si Jasa Pengiriman Khusus ke Jepang, Singapore dan Thailand

Perjalanan Rayspeed Asia sampai dikenal menjadi Jasa Pengiriman Ke Jepang tidaklah singkat. Berdiri pada 1 April 2000, Rayspeed mengawali bisnisnya sebagai International Freight Forwarding, dimana melakukan kegiatan ekspor dan impor melalui udara dan laut ke dan dari luar negeri. Pada perkembangannya, dikarenakan imbas dari pergerakan nilai dollar yang tinggi di tahun 1999, dimana kiriman berupa kargo mulai berkurang, dengan inovasinya Rayspeed Asia membuka layanan baru, yaitu international courier service, dimana pengiriman baik berupa dokumen ataupun barang.

Awal Berdiri

Didirikan oleh H. Asri Rukun, SE bersama anak-anaknya yaitu Arfa Rezy dan Rifano yang sebelumnya lebih banyak berkecimpung di dunia tekstil. Pada saat itu juga Rayspeed membuka pintu kerja sama dengan beberapa Negara seperti Malaysia, China, Hongkong, Australia, Amerika Serikat dan Korea Selatan.

Pada tahun 2003 Rayspeed mengambil sertifikasi Dangerous Goods IATA (International Air Transport Association) khusus untuk pengiriman udara. Karena di tahun tersebut belum begitu banyak kurir yang menangani bisnis pengiriman Dangerous Goods secara resmi. Rentang tahun 2003-2006 Rayspeed juga mengambil sertifikasi khusus PPJK (Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan) untuk mengurus custom clearance khusus untuk eksportir dan importir. Selain itu Rayspeed juga mulai mendirikan cabang di Singapore dan Malaysia.

Ekspansi Bisnis Ke Cikarang - Purwakarta

Ekspansi bisnis mulai dilakukan Rayspeed Asia pada rentang tahun 2006, yaitu dengan memberanikan diri mendirikan Cabang di Cikarang untuk menargetkan pada pasar perusahaan manufaktur Jepang. Berbekal pengalaman Networking dari jajaran manajemen Rayspeed seperti, Arfa Rezy (President Director), Ricky Rizky, Msc (Marketing Director) dan Rifano (Operation Director), mereka mulai menjalin kemitraan untuk kerja sama ekspor impor dengan beberapa Jasa Pengiriman di Jepang untuk memperluas bisnis. Pada rentang tahun inilah (2006 - 2009) Rayspeed mulai berinovasi dalam layanan berupa Speedship (Pembuatan Electronic Airwaybill sekaligus online booking + automatic pick up) dan Push To Mail (PTM) yang berfungsi untuk memberikan layanan tracking by email sehari dua kali.

Memiliki Gudang dan Menjadi Perusahaan Logistik

Tantangan datang di rentang tahun 2009 - 2012 saat pihak Enkei meminta Rayspeed selain mensupport ekspor dan impornya, namun juga kebutuhan penyimpanannya. Itu berarti Rayspeed harus memiliki gudang. Mulailah ekspansi bisnis secara tak terduga dilakukan karena Rayspeed menerima tantangan dari Enkei Indonesia dari yang perusahaan kurir ekspor impor biasa menjadi perusahaan Logistik. Di era ini pula dampak positif dari menjalin kemitraan di Jepang mulai terlihat. Rayspeed meluncurkan produk JFCC (Japan First Class Courier) Layanan khusus ke Jepang untuk pengiriman door to door. Dengan begitu pada era ini, Rayspeed memiliki dua produk layanan kurir sendiri (ke Jepang dan Singapore). Hingga akhirnya membuka layanan pengiriman laut dan air cargo pada sekitar tahun 2014-2015.

Menjadi Rayspeed Asia

Di tahun 2017 Rayspeed ingin berkembang lebih jauh lagi dan ingin menemukan identitasnya. 17 Tahun berjalan bak remaja dengan darah panasnya, Rayspeed ingin menemukan jati dirinya. Akhirnya Manajemen Rayspeed memutuskan untuk mengikuti program Coaching atas inisiatif top leaders dari Rayspeed. Di tahun 2017 pula Rayspeed menekankan brandnya menjadi RAYSPEED ASIA dan memiliki visi "Menjadi Perusahaan Logistik Terdepan Di Asia".