Ayo UKM Indonesia! Kini Saatnya Kita Ekspor!

Era bisnis menguasai dan menjadikan kepemilikan tunggal alias monopoli dagang sudah hampir punah. Dengan cepatnya perkembangan teknologi di dunia menjadikan perubahan bentuk wajah bisnis dari yang konvensional menjadi digital dan lebih seksi. Ditambah lagi munculnya generasi millenials yang terjun ke industri dengan ide-ide barunya yang segar dengan pola pikir dan karakter yang jauh berbeda dengan generasi-generasi sebelumnya. Welcome To The Connected World! Mungkin seperti itulah lebih tepatnya diucapkan kepada semua pelaku bisnis di era sekarang ini.

Di Indonesia, Jakarta tidak akan lagi menjadi satu-satunya kota harapan bagi mereka yang tinggal diluar ibukota. Jakarta tidak akan lagi menjadi kilau semu di mata mereka yang tinggal di luar ibukota. Mungkin juga Pemerintah tidak perlu repot-repot memindahkan Ibukota ke wilayah lain seperti Kalimantan, sumatera, jawa tengah, ataupun Meikarta (upss..). Cukup dukung dan rangsang kreatifitas UKM-UKM dalam negeri. Menjadi pedagang, pekarya dan pebisnis dari kampung halaman sendiri bukan suatu hal yang mustahil. Tidak perlu lagi payah-payah ke Jakarta untuk mengejar sesuatu yang konon bernama 'kesuksesan'. Era ini adalah sebuah era dimana saatnya saling berkolaborasi, bertukar informasi, dan berkompetisi lebih kreatif dalam berbisnis, berdagang dan berkarya.

Seperti yang dikatakan diawal bahwa Teknologi merubah semuanya. Dari cara berkomunikasi, berpendapat, dan bertransaksi dalam bisnis. Dari yang awalnya commerce kini menjadi ecommerce. Yang disebutkan terakhir ini cukup mengacak-acak zona nyaman para pelaku bisnis old school. Salah satunya adalah terbentuknya business model yang paling digemari untuk berdagang saat ini,yaitu market place. Sebuah platform Yang bisa menjembatani antara seller dan buyer secara langsung. Belum lagi ditambah banyaknya Personal Seller di Instagram dan Facebook.

Yang mendapat keuntungan dari bentuk Marketplace ini adalah kebanyakan para UKM yang tersebar di seluruh Indonesia. Bila jeli dalam melihat, inilah saatnya untuk menggali dan mengolah potensi sumber daya serta kekhasan masing-masing daerah yang ada di Indonesia. Bersyukurlah tinggal di Indonesia karena memiliki kekayaan berlimpah dan sumber daya manusianya yang kreatif.

UKM-UKM telah difasilitasi untuk melakukan transaksi jual beli, entah itu marketplace, Instagrams, facebook ataupun twitter. Era internet sejak awal memang sudah mendobrak dinding keterbatasan dan dinding komunikasi lintas Negara. Kesempatan emas untuk para UKM Indonesia ikut berpartisipasi dalam perdagangan ekspor ke luar kini telah terbuka lebar. Yang dibutuhkan hanyalah keberanian dan kepercayaan diri.

Perusahaan jasa kurir dan Logistik lokal pun semakin kemari semakin menyesuaikan bentuknya dengan perubahan zaman, teknologi dan kebutuhan para pedagang online. Seperti contoh salah satunya adalah Rayspeed Asia yang saat ini tengah berkonsentrasi untuk membantu proses ekspor para pelaku UKM ke Jepang dan Singapore. Rayspeed Asia sebagai jasa kurir ke Jepang, Singapore dan Thailand kini tengah gencar mendorong para UKM untuk ekspor.

Kualitas produk dan karya anak-anak Indonesia sudah diakui dunia. Siapa yang percaya hasil karya pahatan kayu di Jepara bisa terjual ratusan juta bahkan milyaran di Jepang? Siapa yang percaya bila garment buatan Indonesia diekspor ke seluruh dunia dan salah satunya di supply ke Brand ternama dari Jepang?

Siapa yang percaya bahwa Selimut Pemanas Jepang dibuat oleh tangan-tangan pekerja Indonesia?

Ayo, UKM Indonesia! Tunggu apa lagi? Kini saatnya kita Ekspor! Saatnya mengeksplorasi kekayaan dan potensi kampung halaman sendiri hingga memiliki values yang membuat dunia luar tergerak penasaran dan membeli karya-karya kita. Saatnya Indonesia berkarya! Saatnya Indonesia melakukan invasi ke dunia luar!

Oleh Reza, Business Developer at Rayspeed Asia